NEGARA HADIR UNTUK SAPI, “SEPOI ANCAM LUMPUHKAN JAKARTA

Jakarta.papua-selatan.com

Kesabaran 2 juta pengemudi online di Indonesia sudah di ujung tanduk. Serikat Pengemudi Online Indonesia [SEPOI] menuding negara lebih sigap mengurusi “sapi 500 juta” dibanding nyawa driver di jalanan.

 

“Proyek sapi bisa dilimpah-limpahin. Tapi regulasi untuk manusia yang tiap hari bayar pajak, bayar cicilan, bayar resiko kecelakaan… mangkrak 10 tahun,” sentak Ketua Umum SEPOI, *Mahmud*, Rabu [6/8/2026].

FAKTA KEJAM YANG TIDAK DIBICARAKAN

1. TELAT 5 MENIT = MATI: Akun suspend. Rating anjlok. Cicilan nunggak

2. KOMISI 8% = AKAL-AKALAN: Aturan baru malah dipotong 2 kali. Algoritma main “sulap”

3. TIDAK ADA HUKUM: 10 tahun jadi “mitra” tapi saat kecelakaan, yang tanggung driver. Saat demo, yang diburu driver

 

“Di negeri ini telat antar paket bisa dipolisikan algoritma. lanjut Mahmud dengan nada tinggi”.

 

ULTIMATUMAGUSTUS 2026

SEPOI bersama 18 kota akan mengepung Jakarta. Tuntutannya cuma 1: SAHKAN UU TRANSPORTASI ONLINE SEKARANG.

 

“Kami bukan minta sedekah. Kami minta keadilan. Kalau negara terus tutup mata, jangan salahkan kami kalau roda ekonomi digital kami matikan,” ancam Mahmud.

 

Ketua LBH Jakarta, *Arief*, menyebut ini pembiaran negara. “Ini bukan sengketa mitra. Ini perbudakan digital modern. DPR dan Pemerintah sibuk bahas yang lain, nasib rakyat kecil dibuang.”

 

PESAN PENUTUP SEPOI:

`Hari ini driver yang disuspend`

`Besok bisa jadi giliran rakyat lain yang dibungkam`

`8 Agustus kita buktikan: Rakyat bersatu tidak bisa dikalahkan algoritma`

You cannot copy content of this page